Produksi APD (Alat Pelindung Diri)

Baju-Hazmat-Konveksi-Tangerang

Ditengah pandemic COVID -19 yang semakin menyebar di seluruh dunia, kebutuhan akan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi sebuah kebutuhan utama terutama bagi Tenaga Medis di Indonesia. hampir semua Rumah Sakit di Indonesia kehabisan stock karena tingginya pertumbuhan pasien Corona yang menyebabkan tingginya pula pemakaian Alat pelindung Diri tersebut.

Konveksi 24jam dalam 4 bulan terakhir telah memproduksi berbagai jenis APD untuk didistribusikan ke berbagai Rumah Sakit dan juga untuk kepentingan Donasi para Relawan dan Philantrophy yang ikut menyumbang untuk menahan berkembangnya pandemic dari Virus Corona.

Ada berberapa Jenis APD yang telah dibuat oleh Konveksi24jam.com, antara lain:

  • Hazmat Suit (Baju Hazmat), Baju ini adalah baju yang sering dipakai tenaga medis yang bersentuhan langsung dengan pasien. baju ini memiliki 3 Level Keamanan, Level 1, Level 2 dan Level 3, sepesifikasinya pun berbeda-beda karena disesuaikan dengan penggunaannya. Jenis Bahan yang digunakan juga berbeda-beda , antara lain: Supnbond 75 -120Gsm, Parasit WP, Taslan Mikrofiber, dan yang paling terbaik diantaranya yaitu Hazmat Suit berbahan dasar Dupont Tyvek dengan Seem Sealing, yang dianggap paling kedap terhadap cairan sesaui dengan Uji Laboratotium.
  • Makser, yaitu pelindung pernafasan agar tidak mudah virus Corona masuk melewati pernafasan manusia, masker juga ada beberapa jenis dan disesuaikan pula peruntukannya , khusus untuk masyarakat luas dianjurkan menggunakan Masker Kain dengan 3 lapisan (3 Ply), seperti halnya masker yang telah diproduksi oleh Konveksi24jam.com untuk kebutuhan donasi PEMPROV DKI JAKARTA. diluar itu juga ada masker medis yang hanya diperjualbelikan dengan surat pengantar dari Rumah Sakit. Ada juga masker Scuba yang kita buat untuk berbagai program donasi, karena dinilai bahan scuba atau Spandek Lycra memiliki kerapatan yang lebih tinggi untuk menghindari partikel terkecil yang dapat masuk melalui pernafasan.
  • Sarung Tangan (Glove), Sarung tangan memang masih jarang digunakan dalam keseharian akan tetapi , dalam prakteknya setiap interaksi manusia dalam bersentuhan hampir 80% menggunakan tangan. untuk menghindari penularan virus melalui sentuhan tangan atau memegang berbagai benda yang juga dipegang oleh mansuia lain disekitar kita, jadi kemungkinan besar kita dapat tertular virus juga jika kita tikdak melindungi tnagan kita dari sentuhan langsung kulit ke kulit.
  • Face Shield, atau dikela juga sebagai pelindung wajah. biasanya faceshield berbahan dasar Mika dan busa tebal yang digunakan pada wajah untuk menghindari percikan droplet atau hembusan nafas dari orang disekitar kita, sehingga apabila ada yang tertular disekitar kita tidak langsung dapat menularkan lewat udara dan percikan ludah dll. face shield perlu digunakan terutama bagi siswa sekolah ataupun pelayan yang memiliki frekuensi tinggi dalam bertatapan dengan konsumen.